Gejala dan Upaya Atasi Kencing Manis

Gejala dan Upaya Atasi Kencing Manis

waspadai gejala diabetes

Seperti telah dibahassebelumnya, diabetes merupakan “The Silent Killer” karena penyakit ini membunh manusia secara diam-diam. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya telah terserang diabetes, karena umumnya gejala yang muncul biasa-biasa saja dan tidak dianggap serius oleh penderitanya. Kebanyakan orang
Kebanyakan orang mendapatkan gejala awal diabetes seperti sering buang air kecil (poliuria) terutama pada malam hari, sering merasa kehausan (polidipsia), dan sering lapar (polifagia).

Biasanya penderita baru menyadari dirinya terserang diabetes, setelah kondisinya sudah parah dan mengalami komplikasi. Karena itu, sebaiknya lakukan check up secara rutin 6 bulan sekali, tanpa harus menunggu datangnay salah satu gejala.

Gejala yang Biasa Dirasakan Penderita Kencing manis/ Diabetes

1. Bobot badan menurun secara drastis, meskipun nafsu makan normal bahkan meningkat (diabetes tipe 2). Hal ini terjadi karena otot tidak mendapatkan cukup energy untuk tumbuh.
2. Mengalami peningkatan bobot badan karena metabolism karbohidrat dan hormone-hormon lainnya terganggu (diabetes tipe 2)
3. Tubuh mudah lelah dan sering mengantuk karena kekurangan energy.
4. Terjadi masalah pada kulit seperti masalah gatal, bisul, infeksi bakteri, dan infeksi jamur. Biasanya bagian tubuh yang terasa gatal adalah bagian genital atau daerah lipatan kulit, seperti ketiak dan bawah payudara.
5. Terjadi kelainan ginekologi, seperti keputihan yang diakibatkan oleh jamur candida.
6. Kesemutan dan mati rasa di daerah kaki.
7. Jika terjadi luka biasanya sulit sembuh, meskipun luka hanya timbul karena hal sepele, seperti luka lecet.
8. Penglihatan menjadi kabur. Terjadi katarak atau gangguan refraksi yang disebabkan adanya perubahan-perubahan pada lensa akibat hiperglikemia.
9. Terjadi impotensi pada kaum pria.
10. Infeksi saluran kemih.
11. Pada kaum wanita yang menderita diabetes akan melahirkan bayi dengan bobot tubuh lebih dari 4 kg.

Baca artikel kami : Tasly Bitter lemon

Gejala yang disebutkan diatas masih termasuk gejala ringan dan belum begitu dirasakan oleh penderita. Diagnosis diabetes salah satunya dapat diketahui dengan pemeriksaan urin atau pemeriksaan gula darah. Lebih baik lagi, jika anda mengetahui lebih awal sehingga penanganannya akan lebih mudah. Jika anda sudah merasakan gejala-gejala datangnay diabetes, tetapi tidak segera melakukan pemeriksaan, maka akan menimbulkan berbagai komplikasi pada organ-organ tubuh. Jika kondisi tersebut sudah terjadi maka penyakit-penyakit lain pun akan segera menyerang tubuh, seperti mata buta, kelainan jantung, ginjal, saraf dan pembusukan di bagian tubuh. Gejala pada diabetes tipe 1 dan 2 hampir sama, tetapi biasanya gejala tersebut akan dating lebih cepat pada penderita diabetes tipe 1.
Jika komplikasi sudah sangta parah, penderita diabetes akan mengalami hipoglikemia dan ketosidosis. Hipoglikemia adalah suatu kondisi seseorang dengan kadar gula darah yang sangat rendah, dibawah nilai normal. Gejala umumnya berupa rasa lapar, gemetar, mengeluarkan keringat, kepala terasa pusing, gelisah bahkan koma. Hipoglikimia jarang menyebabkan kematian pada penderita, asalkan cepat mendapat pertolongan.

Ketoasidosis adalah suatu keadaan tubuh yang sangat kekurangan insulin dan sifatnya mendadak. Biasanya kondisi keoasdosis ini terjadi pada penderita diabetes tipe 1. Umumnya, penyebab komplikasi ini adalah infeksi. Namun, dapat juga disebabkan oleh lupa suntik insulin, pola makan yang tidak baik, atau stress. Glukosa darah yang tinggi tidak dapat memenuhi kebutuhan energy tubuh. Akibatnya, tubuh mulai membakar lemak untuk energy cadangan yang menyebabkan terbentuknya keton dalam darah. Asam keton merupakan asam yang dapat meracuni tubuh. Tingginya kadar asam dalam darah dan kelainan lainnya yang dihasilkan dari perubahan tingkat pH darah memicu kejadian koma (keadaan tidak sadar).

BERBAGAI UPAYA PENGOBATAN DIABETES

Penyakit diabetes memang tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dikendalikan. Jika anda sudah mengetahui bahwa gejala-gejala diabetes ada pada tubuh anda, maka uapaya pengendalian penyakit tersebut akan jauh lebih mudah. Berbeda jika anda baru mengetahui bahwa anda terkena diabetes setelah banyak terjadi komplikasi dalam tubuh. Pengendaliannya akan sulit dan biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.
Untuk mengetahui kemungkinan anda terkena diabetes atau tidak dapat dilakukan dengana upaya yang sederhana. Salah satunya dengan mengetahui silsilah keluarga, mulai dari orangtua, kakek nenek, buyut dan seterusnya. Jika ternyata salah satu dari keluarga tersebut ada yang terkena diabetes, kemungkinan besar andapun akan terkena penyakit yang sama. Berbagai upaya pengendalian penyakit diabetes sudah banyak dilakukan, mulai dari terapi medis, terapi diet, terapi fisik, terapi jus, dan terapai herbal.

A. Terapi Medis
Seorang penderita diabetes seharusnya secara rutin melakukan pemeriksaan atau konsultasi kepada dokter. Hal ini dilakukan agar diabetes mengetahui kondisi tubuhnya sehingga dapat melakukan tindakan pengendalian atau pencegahan secara tepat sebelum kondisi bertambah parah. Selain itu, penderita juga akan mendapatkan informasi dari dokter mengenai obat apa yang harus dikonsumsi serta pentangan dan anjuran makanan yang dikonsumsi, sehingga penderita lebih menjaga pola makannya.

Terapi medis untuk penyakit diabetes biasanya amenggunakan obat-obatan kimia yang bersifat antidiabetes yang disebut dengan obat hipoglikemia oral (OHO) atau dengan cara suntikan insulin. Umumnya, OHO berbentuk kapsul dan dikonsumsi dengan cara ditelan.

Berdasarkan cara kerjanya, OHO dibagai menjadi lima kelompok, sebagai berikut.
1. Pemicu sekresi insulin: sulfonylurea dan glinid
2. Peningkat sensitivitas terhadap insulin: metaformin dan tiazolidindon.
3. Penghambat glukoneogenesis (proses pembentukan glukosa dari senyawa non-karhidrat, misalnya dari asam laktat dan beberapa asam amino): metformin.
4. Penghambat absorpsi (penyerapan) gula.
5. Inhibitor dipeptidyl peptidase-4 (DPP-4) yang dapat meningkatkan sekreasi insulin dan menekan sekresi glucagon (hormone yang dikeluarkan pancreas untuk meningkatkan kadar gula darah).
Pada kondisi tertentu, OHO dapat segera diberikan dalam keadaan tunggal atau lengsung kombinasi, sesuai dengan indikasi. Pemberian OHO maupun insulin dimulai dengan dosis rendah, kemudian dinaikkan secara bertahap sesuai dengan kondisi gula darah. Biasanya, saat pemberian OHO penderita diabetes juga harus menjalankan diet secara teratur dan melakukan kegiatan jasmani.

Pada terapi OHO kombinasi, dipilih dua atau tiga macam obat dari kelompok yang mempunyai mekanisme krja berbeda. Untuk terapi kombinasi OHO dan insulin, umumnya banyak menggunakan kombinasi OHO dan insulin basal yang diberikan pada malam hari menjelang tidur. Dengan melakukan terapi tersebut, kondisi gula darah dalam tubuh penderita terkendali dengan dosis insulin yang cukup kecil.
Saat ini, OHO banyak dijual di pasaran, seperti di apotek dan took-toko obat. Berbagai merek OHO yang tersedia di antaranya Diabenese, Diamicron, atau Daonil. Penggunaan OHO ini diharapkan dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Bisanya, setiap merek akan menjelaskan agar setiap orang tidak sembarangan mengonsumsi OHO. Konsumsi OHO yang tidak sesuai diakhawatirkan dapat memicu hipoglikemia yang secenarnya, yaitu suatu keadaan ketika kadar gula darah dalam tubuh sangat rendah di bawah 60 mg/dL.

Dalam kasus tertentu, pada penderita komplikasi yang sudah parah, misalnya ketoasidosis, stress berat, dan bobot badan menurun secara drastic, penderita akan diberikan suntikan insulin dan dokter akan mengontrol perkembangan penyakitnya secara ketat. Tindakan ini dilakukan hingga penderita diabetes mampu mengendalikan kadar gula darah secara mandiri dan bertahap, tanpa bantuan dari luar.

B. Terapi Diet Yang Hrus Dilakukan

Pada kasus diabetes, khususnya diabetes tipe 2, terapi diet merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh penderita untuk mengendalikan penyakit ini. Diabetes tipe 2 sangat erat kaitannya dengan system kinerja metabolism dalam tubuh. Kualitas metabolism dalam tubuh ditentukan oleh pola, jenis, dan jumlah makanan yang anda konsumsi. Diet mengambil peran penting untuk mengembalikan fungsi metabolism berjalan secara normal. Pola diet yang buruk merupakan pemicu awal terjadinya resistensi insulin dan berakhir pada penyakit diabetes.

Diet rendah karbohidrat sangat disarankan bagi penderita diabetes. Karbohidrat merupakan sumber masalah bagi metabolism penderita diabetes karena karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh pada akhirnya akan berubah ke dalama bentuk gula (glukosa). Intinya, penderita diabetes harus menghindari makanan yang mengandung gula. Biasanya, para diabetes sudah paham, jika menghindari makanan yang mengandung gula.
Meskipun merupakan “biang kerok” dari diabetes, tetapi karbohidrat bukan satu-satunya factor yang menyebabkan gula darah naik. Masih banyak factor lain yang mempengaruhi, apalagi diabetes termasuk suatu penyakit yang berkaitan dnegan system tubuh yang sangat rumit. Ada sejumlah zat lain yang perlu diperhatikan agar kadar gula darah dapat dikendalikan.

Diet rendah karbohidrat tidak boleh dilakukan secara sembarangan dan pembatasan konsumsi karbohidrat harus dilakukan dengan tepat. Diet karbohidrat secara ketat bukan hanya mengurangi jumlah karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh, tetapi juga mengurangi kesempatan tubuh untuk mendapatkan sejumlah nutrisi penting yang terikat dengan karbohidrat.
Tubuh membutuhkan nutrisi dalam jumlah cukup agar sel-sel tetap hidup dan bekerja secara normal dalam menerima gula dan mengubahnya ke dalam bentuk energy. Sejumlah nutrisi juga diperlukan untuk meningkatkan kepekaan sel terhadap insulin.

Nutrisi tersebut akan bertindak sebagai kofaktor penerima gula yang disalurkan oleh insulin. Kelengkapan nutrisi pada penderita diabetes diarahkan untuk mencapai hal-hal berikut.
1. Memeberikan semua unsure makanan esensial.
2. mencapai dan mempertahankan bobot badan yang sesuai.
3. memenuhi kebutuhan energy.
4. Mencegah fluktuasi kadar glukosa darah setiap harinya.
5. Menurunkan kadar lemak darah jika meningkat.

Penderita diabetes masih diperbolehkan untuk mengonsumsi karbohidrat. Namun, pilih karbohidrat kompleks yang mengandung sedikit kalori, sehingga tidak perlu khawatir berdampak terhadap kelebihan kalori karbohidrat. Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks akan di cerna dan di serap secara perlahan dan tidak akan menyebabkan peningkatan gula darah secara mendadak. Penderita diabetes harus mengonsumsi karbohidrat kompleks minimum 50% dari kalori harian.

Makanan Yang Boleh Dikonsumsi oleh Diabetes :

1. Makanan pokok
Beras khusus untuk diabetes atau disebut dengan beras peah kulit, roti gandum tidak berperasa, oat, bubur, gandum utuh, singkong, ubi jalar dan jagung pipilan (dalam jumlah terbatas).

2. Gula
Gula aren, gula kelapa, gula stevia, gula lontar, dan madu asli. Semuanya dikonsumsi dalam jumlah terbatas, yaitu maksimum 2 sendok makan perhari).

3. Sayuran
Semua jenis sayuran diperbolehkan untuk dikonsumsi, tetapi lebih diutamakan sayuran daun. Jenis lainnya bisa berupa sayuran umbi, seperti kentang, bit dan wortel. Aturannya tetap, harus dalam jumlah yang dibatasi.

4. Buah
Apel, avokad, pir, papaya, mangga, kiwi, nanas, sirsak, melon anggur, semua jenis pisang (kecuali pisang kapok dan pisang tanduk dengan kadar tepung yang tinggi) dan semua jenis jeruk (kecuali jeruk mandarin dan jeruk valensia). Buah-buahan dikonsumsi dalama jumlah terbatas. Diabetes dianjurkan untuk mengutamakan mengonsumsi buah local yang tidak mengandung pengawet dan buah yang kulitnya dapat dimakan, sepetti apel dan pir.

5. Buah Pare

Buah Pare sudah banyak yang melakukan penelitian bahwa buah ini terbukti menggantikan peranan insulin guna membantu menurunkan kadar gula darah dan memudahkan masuknya gula darah kedalam sel dengan mengaktifkan kembali reseptor insulin dalam sel.

obat kencing manis bitter melon
Tasly Bitter Melon Rp 270.000,- isi 30 kapsul

Buah pare  karena khasiatnya luar biasa kini sudah dikemas dalam bentuk botol berisi 30 kapsul dengan nama Tasly Bitter lemon dari Pt.Tasly Indonesia yang dijual dengan Harga 270.000,- dan sudah mendapatkan ijin edar dari BPOM.

Makanan Apa yang Harus Dihindari oleh Penderita Diabetes :

1. Makanan pokok
Talas, kentang, nasi jagung, sagu, tiwul, gaplek, sereal instan, mi, bihun, soun, dan semua jenis tepung, mulai dari tepung beras, tepung terigu, tepung tapioca, tepung jagung, atau tepung maizena.
2. Gula
Gula pasir, jus buatan pabrik, soft drink, molasses tebu, gula dalam seleai, dan gula tongkol jagung yang biasa digunakan untuk sirup.
3. Buah
Durian, sawo, srikaya, kesemek, lengkeng, buah kering, dan manisan buah.
Segera dapatkan Produk Tasly Bitter Melon Asli di Toko Online Kami dengan menghubungi Kami melalui pesan Whats App di 0812-1219-5067 atau langsung klin tanda dibawah ini :

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *