Fakta Tentang Kencing Manis Yang Perlu Anda Ketahui

Tentang Diabetes
Hingga saat ini, diabetes merupakan salah satu jenis penyakit yang menjadi ancaman serius bagi dunia kesehatan. Diabetes tergolong sebagai penyakit “silent killer” karena penyakit ini dapat membunuh manusia secara diam-diam.

A. Apa Itu Diabetes Melitus?
Diabetes merupakan penyakit kelainan metabolism yang disebabkan oleh kurangnya hormone insulin dalam tubuhseseorang. Kurangnya hormon insulin tersebut menyebabkan gula (glukosa) yang dikonsumsi oleh tubuh tidak dapat diproses secara sempurna. Keadaan ini menyebabkan penderita mengalami hiperglikemia atau kelebihan gula darah. Pada penyakit diabetes, kondisi kadar gula darah yang berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan jangka panjang, disfungsi dan kegagalan berbagai organ, terutama mata, ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh darah.
Tubuh kita selalu membutuhkan energy untuk melakukan berbagai aktivitas. Energy tersebut diperoleh dari karbohidrat yang berasal dari berbagai macam bahan makanan. Karbohidrat yang dikonsumsi akan dipecah menjadi glukosa. Glukosa inilah yang menjadi sumber energy bagi tubuh seseorang. System yang bertugas mengubah glukosa ke dalam bentuk energy adalah hormone insulin.
Insulin merupakan polipeptida (protein) yang dihasilkan oleh sel beta dalam kelenjar pancreas. Fungsi utama dari insulin yaitu menjaga keseimbangan glukosa dalam darah dan meningkatkan penyerapan glukosa dalam darah dan meningkatkan penyerapan glukosa oleh sel dalam tubuh. Hormone ini berperan sebagai kunci yang membuka pintu sel jaringan, memasukkan gula ke dalam sel, dan menutupnya kembali. Jika tidak ada insulin, gula dalam darah tidak dapat masuk ke dalam sel-sel jaringan tubuh. Keberadaan hormone ini sangat menentukan tinggi rendahnya kadar gula darah di dalam tubuh. Pada keadaan normal, insulin bekerja dengan melekaktkan diri pada reseptor-reseptor yang ada di dinding sel guna menyalurkan glukosa ke dalam sel. Gula yang telah masuk ke dalam sel akan dip roses dan diubah menjadi energy. Energy tersebut akan digunakan untuk kelangsungan hidup sel dan memastikan bahwa system metabolism di dalam tubuh berfungsi dengan baik. Selanjutnya, kelebihan kadar gula di dalam darah akan segera diubah dan disimpan atau digunakan kembali sebagai bahan bakar untuk system metabolism tubuh.
Pada penderita diabetes, tubuhnya tidak dapat menyerap glukosa dengan baik dan tidak dapat mengalami metabolism glukosa di dalam sel karena adanya kelainan fungsi hormone insulin. Akibatnya, glukosa yang diperoleh dari bahan makanan akan tetap tinggal di dalam aliran darah dan kadar gula akan meningkat. Kondisi inilah yang membuat penderita diabetes menjadi mudah lelah karena asel-sel di dalam tubuh tidak memiliki gula yang cukup untuk digunakan sebagai energy.
Selain itu, kadar glukosa yang berlebih akan disalurkan ke ginjal dam dikeluarkan bersama urine. Sifat gula yang menarik airmenyebabkan penderita diabetes (diabetes) sering mengeluarkan urine dan akhirnya selalu merasa kehausan. Diabetes sering disebut sebgaia penyakit kencing manis karena urinenya mengandung unsure gula (glukosuria).
Banyak sedikitnya glukosa dalam darah dinyatakan dengan level gula darah. Level gula puasa (saat bangun tidur) sekitar 65-120 mg/dL, sedangkan untuk level gula ideal yaitu 80-100 mg/dL, seseorang dikatakan menderita diabetes jika kadar glukosa darah ketika puasa lebih dari 126 mg/ dL atau 2 jam setelah pasien meminum larutan glukosa 75 gram menunjukkan kadar glukosa lebih dari 200 mg/dL.
Mereka Sangat Berisiko Terserang Diabetes
1. Memiliki riwayat keluarga mengidap diabetes.
2. Berusia diatas 40 tahun
3. Kegemukan
4. Tekanan darah yang tinggi
5. Tidak menjaga pola makan.
Diabetes bukan suatu penyakit tunggal, tetapi merupakan sekelompok penyakit gangguan metabolisme. Penyakit ini dapat menyerang semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai macam keluhan. Diabetes bukan sekedar gangguan metabolism protein dan lemak yang dapat menimbulkan komplikasi, terutama pada bagian struktur dan fungsi pembuluh darah. Diabetes berdifat menahun dan akan diderita seumur hidup. Jika penyakit ini tidak segera diobati, penderitanya akan mengalami komplikasi, seperti penyakit jantung, ginjal, kebutaan, syaraf, kelainan pada kulit, dan gangrene yang bisa menyebabkan amputasi.
Diabetes biasa disebut juga sebagai “The Silent Killer” karena penyakit ini dapat menumbuh secara diam-diam. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya telah terkena penyakit diabetes dan sering terlambat penanganannya, sehingga penderita diabetes tersebut mengalami banyak komplikasi dalam tubuhnya. Gejala khas penyakit diabetes yang sering tidak disadari oleh penderita diabetes diantaranya cepat haus, lebih sering buang air kecil, dan bobot badan turun drastis.
Waspada, Prevalensi Penyakit Diabetes Semakin Meningkat
Penyakit diabetes dapat menyerang semua usia dan berbagai kalangan. Semakin lama, jumlah penderita diabetes semakin bertambah. Menurut WHO (World Health Organization) pada tahun 2000 jumlah penduduk dunia yang menderita diabetes sudah mencapai 171.230.000 orang. Siperkirakan dalam kurun waktu 30 tahun, sekitar tahun 2030, jumlahnya akan meningkat mencapai 366.210.100 orang (naik sebesar 114%). Berdasarkan data statistic WHO, dari 10 besar Negara yang memiliki penderita diabetes terbanyak, Indonesia menempati peringkat ke-4 dunia.
Table 1. Jumlah penderita diabetes di dunia
Negara
Tahun 2000 Tahun 2030 Peningkatan
India 31.705.000 79.441.000 1520.757.0001%
Cina 20.757.000 42.321.000 104%
Amerika Serikat 17.702.000 30.312.000 71%
Indonesia 8.426.000 21.257.000 152%
Jepang 6.765.000 8.914.000 32%
Pakistan 5.217.000 13.853.000 166%
Rusia 4.576.00 5.320.000 16%
Brazil 4.553.000 11.305.000 148%
Italia 4.252.000 5.374.000 26%
Bangladesh 3.196.000 11.140.000 249%
Sumber: http://indodiabetes.com (2012)
B. Tipe-tipe Diabetes
Secara umum, ada dua jenis diabetes yang sering menyerang, yakni diabetes tioe 1 dan diabetes tipe 2. Brikut penjelasannya.

a. Diabetes Tipe 1
Tubuh penderita diabetes tipe 1 ini tidak mampu memproduksi insulin. Diabetes tipe ini disebut sebagai penyakit autoimun, yakni system imun tubuh pada suatu individu yang secar spesifik menyerang dan merusak sel-sel penghasil insulin yang tedapat pada pancreas. Kondisi autoimun mengakibatkan individu kekurangan hormone insulin yang sangat penting untuk aktivitas sel atau jaringan tubuh dan proses perombakan gula. Tanpa adanya hormone insulin, tidak ada yang mengubah gula ke dalam bentuk energy. Gula akan menumpuk dalam darah dan menimbulkan berbagai komplikasi pada tubuh hingga mencapai tahapan yang berbahaya bagi keselamatn jiwa. Agar dapat bertahan hidup, penderita diabetes tipe 1 harus mendapatkan suplai insulin dari luar tubuhnya. Biasanya insulin diberikan melalui suntikan secara rutin.
Pemicu peristiwa autoimun ini belum diketahui secara pasti. Namun, factor genetic dan factor lingkungan ikut berperan di dalamnya. Menurut para ahli, factor lingkungan seperti infeksi virus atau factor gizi pada masa kanak-kanak atau remaja menjadi salah satu penyebab terjadinya kondisi autoimun. Karena itu, diabetes tipe ini biasanya terjadi pada usia di bawah 30 tahun (anak-anak dan remaja). Di Indonesia, penderita diabetes tipe 1 ini masih sangat jarang dijumpai jika dibandingkan dengan penderita diabetes tipe 1.
b. Diabetes Tipe 2
Diabetes tipe 2 disebabkan oleh kombinasi antara factor genetic dan factor lingkungan. Factor genetic lebih banyak memberikan andil pada diabetes tipe 2 dibandingkan dengan diabetes tipe 1. Tidak sedikit penderita diabetes tipe 2 memiliki anggota keluarga yang juga menderita penyakit yang sama atau masalah kesehatan lain yang berhubungan dengan diabetes, seperti kolesterol, tekanan darah tinggi, atau obesitas. Para ahli menyatakan jika seseorang memiliki orangtua atau saudara sekandung yang menderita diabetes tipe 2, orang tersebut memiliki peluang sebesar 40% sebagai penderita penyakit yang sama.
Namun, jangan salahkan factor genetic yang terdapat pada diri anda. Pasalnya, factor utama terjadinya diabetes tipe 2 ini berupa factor lingkungan yakni makanan dan aktivitas sehari-hari. Berbeda dengan diabetes tipe 1, penderita diabetes tipe 2 tidak bergantung pada suntuk insulin.
Tubuh penderita diabetes tipe 2 ini mampu menghasilkan insulin dalam jumlah cukup. Hanya saja glukosa gagal masuk ke dalam sel. Kegagalan ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya pola makan yang dominan karbohidrat dan sedikit nutrisi. Kondisi demikian akan menyebabkan resistensi insulin, sehingga penggunaan insulin di dalam tubuh menjadi tidak efektif.
Jika pola makan tersebut terus dilakukan dalam waktu yang lama, kondisi sel akan terganggu dan menjadi “rusak”. Sel yang terganggu tersebut pada akhirnya tidak peka lagi terhadap insulin dan gula. Akibatnya, gula tidak dapat masuk ke dalam sel sehingga sel dan jaringan tidak mendapatkan energy cukup untuk melakukan kegiatan metabolism tubuh secara normal.
Penyebab utama terjadinya resistensi insulin adalah konsumsi karbidrat yang tidak sehat seperti gula, tepung, dan lemak. Hal ini sangat erat dengan pola konsumsi masyarakat modern. Jumlah gula berlebih yang terdapat dalam tubuh menyebabkan sel tidak mampu mengubahnya ke dalam bentuk energy, sehingga kadar gula dalam darah meningkat. Selain itu, pola makan yang sedikit nutrisi juga berpengaruh terhadap kerusakan sel. Metabolism dalam tubuh akan semakin terganggu pada orang yang kekurangan nutrisi. Secara perlahan, proses demi proses dalam tubuh mengalami gangguan dan mengakibatkan tejadinya resistensi insulin.
Secara umum, diabetes tipe 2 ini banyak terjadi pada orang dewasa (usia di atas 30 tahun). Namun, tidak menutup kemungkinan penyakit ini juga menyerang usia muda, terutama bagi orang yang sering bekerja lembur, kurang tidur, dan sering makan pada malam hari. Dari seluruh kasus diabetes yang di Indonesia, sekitar 95% adalah diabetes tipe 2.

c. Gestational Diabetes
Diabetes tipe ini terjadi saat kondisi gula darah menjadi tinggi pada masa kehamilan dan terjadi pada orang yang tidak menderita diabetes. Umumnya akan kembali normal setelah masa kehamilan. Meskipun tipe diabetes ini bersifat sementara, bila tidak ditangani dengan baik dapat membahayakan kesehatan janin maupun sang ibu. Risiko yang dapat dialami oleh bayi meliputi makrosomia (bobot bayi yang tinggi atau di atas normal), penyakit jantung bawaan, kelainan system saraf pusat, dan cacat otot rangka. Peningkatan hormone insulin janin dapat menghambat produksi surfaktan janin dan mengakibatkan sindrom gangguan pernapasan.

C. Faktor Penyebab Terjadinya Diabetes
Penyakit diabetes terjadi karena banyak factor, diantaranya factor genetic (keturunan), factor lingkungan, sampai gaya hidup sehari-hari. Pada dasarnya, penyakit diabetes disebabkan adanya keleinan dalam jumlah dan kinerja hormone insulin. Gangguan pada hormone tersebut dapat mempengaruhi hamper semua proses metabolism di dalam tubuh. Jika dibahas lebih lanjut satu persatu, berikut beberapa penyebab penyakit diabetes.

a. Factor Genetik ataua Keturunan
Penyakit diabetes merupakan penyakit yang cenderung diturunkan bukan ditularkan. Biasanya jika orangtua menderita diabetes, kemungkinan besar anaknya juga menderita penyakit yang sama. Para ahli diabetes telah menentukan presentasi kemungkinan terjadinya diabetes karena factor keturunan. Jika kedua orangtua (ibu dan bapak) menderita diabetes, peluang anaknya menderita diabetes sebesar 83%. Jika hanya salah satu orangtua yanag menderita diabetes, peluang anaknya menderita penyakit yang sama sebesar 52%. Sementara itu, jika kedua orangtuanya tidak menderita diabetes (normal), kemungkinan anaknya terkena diabetes sebesar 15%.
Meskipun anda terlahir dengan gen dominan yang tidak memiliki kecenderungan menderita diabetes, tetap saja anda berisiko terserang penyakit diabetes ketika dewasa.
Hal itu dapat terjadi jika gaya hidup sehari-hari yang anda lakukan tidak sehat, sehingga memicu munculnya gen resesif yang menyebabkan anda mengalami penyakit diabetes. Seseorang yang memiliki gen resesif ini pada akhirnya akan menurunkan aifatnya kepada generasi berikutnya.
Sebaliknya, meskipun anda terlahir dari keluarga yang memiliki keturunan diabetes, anda bisa terbatas dari penyakit diabetes ketika dewasa jika anda menerapkan pola hidup sehat setiap harii. Dengan pola hidup sehat, gen resesif pada diri anda tidak akan memunculkan sifat resesif yang dimilikinya.

b. Virus dan Bakteri
Virus dan bakteri juga merupakan salah satu pemicu terjadinya diabetes, misalnya virus rubella, mumps, dan human coxsackievirus B4. Melalui infeksi sitolitik dalam sel beta, virus ini akan merusak sel. Selain itu, virus ini juga dapat menyerang melalui reaksi auto-imunitas yang menghilangkan auto-imun dalam sel beta.

c. Terlalu Banyak Mengonsumsi Karbohidrat atau Gula
Saat ini, semakin banyka olahan makanan yang mengandung gula, seperti berbagai macam kue, makanan ringan, minumman, es krim, permen, dan aneka jajanan lainnya. Tanpa kita sadari makanan dan minuman tersebut akan mengundang bahaya bagi tubuh kita jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dan secara terus menerus. Makanan tersebut harus dihindari karena kadar gulanya cukup tinggi.
Dalam segelasteh manis terkandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Sementara itu, kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata 1.900 kalori per hari (tergantung pada aktivitas yang dilakukan sehari-hari). Jika dalam sehari meminum the manis 3-4 kali, tubuh kita sudah mendapatkan asupan sebanyak 1.000-1.200 kalori. Belum lagi ditambah dengan kalori yang terkandung pada nasi, lauk pauk, dan cemilan kue ringan yang kita makan. Akibatnya, tubuh kita akelebihan kalori dan berujung pada obesitas dan diabetes.
Selain itu, kebiasaan mengonsumsi sepotong atau dua potong cemilan seperti biscuit, keripik, gorengan, atau kue manis lainnya dapat memicu obesitas dan diabetes. Jenis camilan tersebut mengandung karbohidrat tinggi tanpa kendungan nutrisi yang memadai. Perlu diketahui, tubuh mempunyai kemmapuan yang terbatas dalam mengolah makanan yang anda konsumsi. Jika anda terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat atau gula, insulin semakin sulit dan kewalahan untuk mengubahnya kedalam bentuk energy. Akibatnya, tubuh akan menyimpannya dalam bentuk gula dalam darah (glikogen). Jika kondisi tersebut berlnagsung secara terus menerus akan semakin banyak jumlah glikogen yang menumpuk dalam tubuh. Hal inilah yang menjadi awal mula terjadinya penyakit diabetes.
“Para diabetes harus memperhatikan kadar gula yang dikonsumsi. Hindari mengunsumsi kue-kue manis, es krim, makanan ringan, soft drink, dan permen karena kadar gulanya cukup tinggi”.

d. Kurang Tidur
Jika kualitas tidur tidak baik, metabolism tubuh dan system kekebalan tubuh bisa terganggu sehingga mudah terserang penyakit. Para ahli menyatakan bahwa kurang tidur selama tiga hari dapat menurunkan kemmapuan tubuh untuk memproses glukosa. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormone dalam darah yang memicu nafsu makan. Munculnya nafsu makan tersebut akan mendorong penderita gangguan tidur untuk menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik.

e. Malas Beraktivitas Fisik
Saat ini, gaya hidup manusia semakin jauh dari pola hidup sehat. Aktivitas seperti bekerja di kontrakan, naik mobil atau motor saat berangkat kerja, naik lift, dan duduk terlalu lama di depan computer, dapat membuat system sekresi tubuh berjalan lambat. Akibatnya, terjadilah penumpukan lemak di dalam tubuh yang lambat laun akan menyebabkan bobot badan berlebih, berisiko terkena diabetes lebih tinggi dibandingkan dengan seseorang yang memiliki bobot badan normal.
Selain itu, di zaman modern seperti sekarang orang menjadi semakin sibuk dan tentu saja tidak memiliki waktu luang untuk berolahraga. Padahal, olahraga bermanfaat untuk mengurangi tingkat gula darah dan bisa mempertahankan bobot badan. Olahraga secara rutin dapat mengurangi risiko obesitas.

f. Kecanduan Rokok, Soda, dan Minuman Berakohol
Rokok mengandung zat nornikotin, yakni salah satu zat yang mudah menguap (volatile). Keberadaan zat nornikotin dalam tubuh dapat meningkatkan risiko diabetes. Perokok berat yang dapat menghabikan lebih dari satu bungkus rokok per hari beriisko tekanan diabetes tiga kali lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.
Sama seperti rokok, kecanduan minuman bersoda pun akan berpengaruh terhadap peningkatan bobot badan dan risiko diabetes akan semakin tinggi. Para peneliti menyatakan kenaikan risiko diabetes terjadi karena adanya kandungan pemanis yanag ada dalam minuman bersoda. Asupan kalori dalam bentuk cairpun tidak membuat anda kenyang, sehingga tedorong untuk minum lebih banyak. Selain itu, minuman berakohol juga memiliki andil sebagai salah satu pemicu diabetes. Alkohon dapat menyebabkan inflamasi kronis di pancreas (pankreatis) yang mengakibatkan produksi insulin mengalami gangguan.

g. Takut Kulit Hitam karena Matahari
Vitamin D membantu tubuh untuk mengatur proses metabolism agar berlangsung dengan tertib, termasuk metabolismegula darah. Sumber vitamin D terbaik diperoleh dari sinar matahari. Wanita dengan asupan vitamin D yang tinggi berisiko rendah terkena diabetes. Selama dua puluh menit terkena sinar matahari pagi sudah dapat mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari.

h. Stress
Ketika stress datang, produksi hormon epinephrine dan kortisol akan meningkatkan gula darah dan tubuh mendapatkan cadangan energy untuk beraktivitas. Namun, jika kadar gula darah terus meningkatkan karena stress berkepanjangan maka diabetes pun akan menyerang tubuh anda. Selain itu, kondiis stress dapat memberikan dampak antagonis terhadap fungsi insulin. Hubungan antara tingginya stress dan risiko diabetes biasanya terdapat pada pria karena pria dan wanita cenderung berbeda dalam menghadapi stress. Wanita lebih terbuka untuk mengungkapkan kondisi stresnya, sedangkan pria lebih tertutup sehingga dapat menimbulkan stress yang berkepanjangan.

i. Bahan Toksik atau Beracun
Beberapa jenis bahan toksik dapat merusak kinerja sel beta secara langsung, diantaranya yaitu alloxan, pyrinuron (rodentisida), dan streptozotocin (prodak dari sejenis jamur). Selain itu, bahan beracun juga dapat berasal dari singkong. Umbi singkong mengandung glikosida sianogenik yang dapat melepaskan sianida, sehingga member efek toksik terhadap jaringan tubuh. Unsure sianida ini dapat merusak pancreas yang akhirnya dapat menimbulkan gejala diabetes jika disertai dengan kekurangan protein.

j. Jumlah Nutrisi
Penyakit diabetes sangat erat kaitannya dengan jumlah nutrisi yang terkandung dalam tubuh. Jumlah nutrisi yang berlebihan dalam tubuh merupakan factor risiko utama penyebab datangnya diabetes. Semakin lama anda mengalami kelebihan nutrisi, semakin besar risiko terjadinya obesitas dan diabetes.

k. Menggunakan Pil Kontransepsi
Pada umumnya, pil kontrasepsi terbuat dari progestin atau kombinasi antara hormone progestin dan estrogen. Pil kombinasi tersebut sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Kinerja dari hormone pil kontrasepsi berlawanan dengan kinerja insulin. Jika kerja insulin dilawan, maka pancreas secara terpaksa akan bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu lama, pancreas menjadi lelah dan tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, seseorang akan lebih mudah terkena diabetes.